Sabtu, 22 Agustus 2015

Install Ubuntu 64-bit di Virtual Box

Hampir semua orang menggunakan linux. Tapi begitulah, user interface memang menipu. Pada tahun 2010 lalu, banyak orang masih berpikir maju-mundur: Apakah mereka akan membuang ponsel Symbian mereka demi Android, atau beralih ke ponsel Blackberry yang saat itu sedang berkembang pesat dengan fitur chatting nya.

Pada tahun 2014, Blackberry memutuskan bahwa BBM bukan hanya milik ponsel Blackberry, namun juga Android dan iPhone. Dan seluruh dunia gempar. Ponsel Blackberry dibuang demi sebuah Android.

Kenyataannya, tidak ada yang paham betul bahwa kemenangan Android bukanlah sekadar keberhasilan mengambil pasar OS ponsel terbesar saat ini. Tapi sebagai bukti bahwa Linux bisa user friendly, jauh dari stereotyping beberapa tahun silam yang menganggap Linux hanyalah untuk kalangan geek.

Tapi itu hanya sebatas mobile.

Bagaimana dengan Desktop?

Masih tetap untuk kaum geek. Tapi halaman ini hanya mungkin dikunjungi oleh kaum geek yang ingin mengetahui Linux lebih jauh. Dan VirtualBox sebagai solusi mereka yang ingin  mengetahui seluk beluk Linux tanpa mengorbankan OS utama mereka: Windows. Let us begin.


1. Pastikan support VT-X / AMD-V pada Laptop/PC anda

Satu hal yang perlu diklarifikasi disini: OS anda tak berhubungan dengan versi Guest OS yang akan anda install. Yang berhubungan, sebenarnya, adalah CPU anda punya opsi VT-X (untuk Intel) atau AMD-V (untuk AMD). Sebagai contoh, saya menggunakan Asus Transformer T100TA, dan menggunakan OS Ubuntu Server 64-bit pada VirtualBox nya.

Teliti sebelum membeli (atau meng-install bila anda sudah terlanjur membeli), dan cek daftar processor anda di link berikut:
Bila ternyata CPU anda tidak bisa mendukung virtualisasi 64-bit, tidak usah khawatir. Tidak ada perbedaan mencolok antara 32-bit dengan 64-bit pada Linux. Tidak seperti Windows yang versi 32-bit nya tidak memiliki support RAM di atas 4 GB, Linux tetap akan menggunakan memory anda sepenuhnya walaupun hanya versi 32-bit. Hanya, beberapa program memang mengharuskan OS Linux 64-bit untuk dijalankan, seperti program Image Generator untuk mengkompilasi image OpenWRT. Hanya saja, ini sudah tahun 2015. Sudah seharusnya kita beralih ke 64-bit sebagai default dalam menginstall OS. Bahkan Android dan iOS pun sudah mendeklarasikan support 64-bit di OS terbaru mereka saat ini.

Bila processor anda sudah support teknologi virtualisasi, aktifkan di BIOS anda. Biasanya secara default opsi ini tidak diaktifkan.

2. Download dan Install VirtualBox
Link di https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads. You know the drill.

 3. Download Ubuntu 64-bit

Link di http://www.ubuntu.com/download/desktop. Lebih baik download melalui torrent juga agar bisa di resume bila download terputus sewaktu-waktu, link nya di http://www.ubuntu.com/download/alternative-downloads.
Jangan khawatir, torrent dari situs ubuntu tidak akan menguras bandwidth anda, karena nyaris tak ada upload. Rata-rata seeder adalah server Canonical. Speed juga lebih tinggi.

Pada contoh di atas, LTS berarti "Long Term Support" dan sebaiknya anda memilih ini agar update ubuntu di dapat terus menerima security patch hingga 5 tahun ke depan.

4. Install Ubuntu
  • Jalankan VirtuaBox.
  • New > Name : Ubuntu (64-bit) > Type : Ubuntu (64-bit). Biasanya begitu memberi nama "Ubuntu 64 bit" VirtualBox akan langsung mendeteksinya dan menyesuaikan pilihan. Klik Next.
  • Setting Memory Size sesuai kebutuhan. Sebaiknya minimal 512 MB, dan rekomendasi untuk Ubuntu Server adalah 1 GB. Next.
  • Create a virtual hard disk now > Create > VDI (VirtualBox Disk Image) > Dynamically Alocated. Minimum adalah 8 GB. Rekomendasi 20 GB.
  • Klik kanan VirtualBox yang telah dibuat, Settings > Storage > Controller: Ide > Empty > Klik gambar CD > Choose Virtual Optical Disk File > Pilih ISO yang telah didownload  > OK
  • Start VirtualBox Ubuntu anda.

Dan dari sini ikuti instruksi yang tersedia. Jangan khawatir melakukan kesalahan, karena anda bisa install ulang OS anda kapan saja dengan VirtualBox. Instalasi juga tidak begitu lama, hanya berkisar 15 menit untuk OS Linux seperti Ubuntu (bila tidak melakukan update via internet).

5. Kontrol VirtualBox
Untuk mengontrol VirtualBox, anda harus menekan tombol Host Key + Kombinasi. Secara default, Host Key menggunakan tombol RCtrl (Tombol Ctrl sisi kanan). Contoh kombinasi yang paling sering digunakan:
  • Host + F untuk fullscreen/windowed mode
  • Host + C untuk scaled mode
  • Host + H sebagai tombol Shutdown.
  • Host + R sebagai tombol Restart.
Tentu untuk mecegah korup nya sistem operasi pada VirtualBox anda, gunakan menu Shutdown selalu untuk mematikan/restart virtual OS. Perlakukan VirtualBox layaknya OS sebenarnya.

Happy learning!!

Kamis, 18 Desember 2008

Main DotA dengan Wippien

Ok. Beberapa posting yang lalu adalah tutorial main DotA dengan Hamachi. Sementara Hamachi menyediakan konsep yang sangat menarik tentang Zero-Configuration Virtual Private Network, yaitu VPN yang (benar-benar nyaris) tanpa konfigurasi, namun ada program ini punya kelemahan (dan juga kelebihan) yang tidak dimiliki oleh Wippien.

Contoh yang paling nyata: Pagi ini Hamachi tidak bisa connect. Oh, hilanglah semua hasrat DotA itu. Wippien menyediakan bukan hanya 1, namun 2 server yang berfungsi sebagai mediation server. Ya, mungkin terlihat sedikit. Yang menjadi keunggulannya: Wippien berbasis open-source. Sehingga user biasa pun bisa membuat mediation server bila mau. Itu sangat-sangat meringankan beban server karena tidak sedikit gamer advance yang memilih membuat mediasi servernya sendiri, sehingga beberapa puluh (atau bahkan ribuan) user berpindah ke mediasi server tersebut, mengurangi kemungkinan overload yang menghambat kita ketika login. Kekurangannya: Wippien makan waktu lebih lama untuk dikonfigurasi. Tapi yakinlah, ini semua hanya satu kali kerepotan untuk pemakaian yang cukup lama. Lagipula, ini program open-source. Jadi pasti banyak yang menggunakan, menjaga tetap bertahannya program open-source berguna ini. (Hint: pastikan disable ataupun uninstall dulu network adapter Hamachi anda sebelum mulai menginstall, agar tidak conflict ip address.

Berikut langkahnya.

1. Download dan install Wippien dari http://wippien.com/download.php. Gratis.

2. Saat install, jangan lupa centang Put Wippien to XP firewall exception.

3. Ketika ditanya nick, pilih I need new Jabber account (karena kita baru pertamakali menggunakan akun jabber), lalu isi JID menggunakan nick terserah anda (dengan format nick@wippien.com). Bila sudah, klik Test Account. Bila gagal, cek lagi inputan user anda, mungkin saja sudah digunakan. :) Bila sudah, klik OK untuk ke langkah berikutnya.

4. Setelah selesai, buka Start > Control Panel > Network Connection, klik kanan adapter Wippien, pilih properties, pada tab General, pilih Internet Protocol (TCP/IP) lalu klik properties. Kita akan mengeset konfigurasi LAN wippien.

5. Isi Default Gateway dengan IP 5.0.0.1, lalu klik advanced, dan matikan centang Automatic metric, lalu isi Interface metric dengan angka 1500. Lalu klik OK, lalu OK lagi untuk menutup jendela, sekarang saatnya merefresh settingan routing VPN.

6. Sepintas memang terlihat rumit, tapi hanya ada 4 langkah di urutan terakhir ini, yaitu:

a. Klik Start > Run > Ketik "cmd" (tanpa tanda petik), jendela Command Prompt akan terbuka. b. Di jendela tersebut, ketikkan "route -f" (tanpa tanda petik), lalu enter. Komputer akan merefresh tabel routing, dan bila anda terhubung dengan internet, maka koneksi itu akan putus sementara. Karena itu, kita lakukan langkah ke-3, yaitu:
c. Restart komputer anda.
d. Setelah restart, klik Start > Run > Ketik "cmd" (tanpa tanda petik), dan di jendela tersebut ketik "route print" tanpa tanda petik. Seharusnya kini anda melihat default gateway 5.0.0.1 terdapat di kolom gateway (di screenshot paling atas) dengan metric 1500. Jalankan Wippien, sekarang saatnya menambah teman. ;)

7. Untuk menambah teman sangat mudah, cukup buka Wippien, klik Settings (di pojok kiri bawah), lalu setelah jendela Settings keluar, pilih Contacts > Add/Remove dari jendela kiri, dan berikutnya masukkan nick JID teman anda yang sudah menginstall Wippien juga. Ingat, tidak perlu memasukkan nickname@wippien.com namun cukup masukkan nickname saja ke kotak tersebut. Klik ok, klik yes ketika konfirmasi add friend, dan tunggu teman anda muncul. Bila tampilan font nick teman anda berwarna hitam, berarti koneksi VPN sudah dilakukan, namun bila berwarna biru, berarti ada masalah dengan koneksinya.

Bila test ping berhasil, anda siap bermain!

(NB: jangan lupa mengedepankan prioritas lan Wippien melalui Start > Control Panel > Network Connection > Advanced > Advanced Settings), lihat gambar bawah.

Jumat, 21 November 2008

DotA with Hamachi


Okey. Beberapa hari yang lalu menemukan program luar biasa ini. Konsepnya sederhana: Bila sama-sama terkoneksi dengan jaringan besar (seperti internet) ataupun jaringan kecil (seperti wireless), maka kita menghubungkan satu komputer dengan lainnya seperti LAN. Gambar disebelah kiri adalah contohnya.

Program dapat didownload di http://hamachi.en.softonic.com/download (pilih yang paling atas yang tulisannya free), lalu install. Nantinya saat instalasi terdapat 3 pilihan untuk menggunakan Hamachi secara komersial (untuk perusahaan), evaluasi, dan gratis (untuk penggunaan pribadi/non commersial). Tentu kita pilih yang paling atas, yang free. :D


Hamachi akan membuat LAN virtual, karena nantinya di Control Panel > Network Connection akan terdapat koneksi yang baru: Hamachi. Nah, agar game bisa membaca jaringan yang menggunakan Hamachi, maka prioritas hanya kita ubah dulu. Caranya, buka Control Panel > Network Connection > Advanced > Advanced Setting. Maka nantinya muncul jendela baru.



Pindahkan Hamachi ke urutan paling atas, lalu restart komputer anda, atau laptop anda, atau komputer teman anda, atau laptop bekas teman anda, atau apalah.... Pokoknya restart saja supaya perubahan jadi permanent.

Bila sudah buka Hamachi. Tutup saja tuntunannya, gak penting dan malah membingungkan. Yang penting, ada tombol power di pojok kiri bawah program Hamachi, nyalakan, lalu anda akan mendapat petunjuk bahwa anda tidak bisa melakukan koneksi karena belum membuat nick. Buat nick anda, lalu klik tanda di pojok kanan bawah (seperti segitiga) lalu pilih Create a new network untuk membuat network, atau Join existing network untuk... untuk apa udah jelas ah. Ajak teman sesama ISP anda menginstallnya, dan voila!! DotA lewat internet.

Btw, hamachi secara otomatis menggabungkan semua komputer yang tergabung dalam satu jaringan secara otomatis. Keuntungannya, bila ada satu komputer yang terkoneksi ke internet (sebagai default gateway, menggunakan internet connection sharing) lalu ada komputer lain yang terhubung dengannya, maka Hamachi akan menghubungka dua komputer tersebut tanpa berputar melalui internet dulu, namun langung melalui jaringan LAN. Ini menghemat waktu, anda bisa chatting juga (seperti YM) dilengkapi fitur Group Chat untuk chat satu network, dan keuntungannya bila Yahoo harus ke server dulu, tidak dengan Hamachi. Semua langsung konek. :D

Untuk DotA, tinggal klik Local Area Network seperti biasa, dan buat server. Bukan hanya dota, namun semua game yang support permainan LAN tentu bisa bermain bersama. Konsep LAN juga memungkinan semua pemain saling terhubung tanpa server khusus. Seperti YM! Asal konek ke jaringan, mereka bisa bermain. Bila suatu saat terputus, tidak akan menganggu pemain lainnya. Lebih jauh, ini berpengaruh ke kecepatan koneksi, karena antar satu komputer dan lainnya merupakan peer-to-peer. Tidak ada bandwith upload yang terlalu besar bila pemain terlalu banyak. Yang ada hanya download. Speedy payah di upload... bisa-bisa diskonek kalau setting MTUnya salah...

Enjoy!!

Rabu, 19 November 2008

Perasaan atau Logika.

Untuk kedua kalinya terkunci lagi. Peraturan kampusku (sebenarnya) memastikan tidak ada siswa yang terlambat saat mengikuti kelas ataupun praktikum. Kata "sebenarnya" berarti hanya jika peraturan itu benar-benar diterapkan secara konsisten untuk semua karyawan, mahasiswa, dosen, bahkan petugas laboratorium. Tapi itulah tujuan kata "sebenarnya" dicantumkan: tidak ada manusia yang benar-benar mengerti apa filosofi dibalik peraturan itu.

Ketika hari ini terlambat masuk praktikum, aku (seperti biasa) menggunakan berbagai alasan untuk masuk dan tetap mengikuti praktikum, yang selalu gagal. Sang pengajar (yang mungkin masih lebih muda dari Andri, temanku sekelas, yang berarti hanya berjarak 2-3 tahun lebih tua dariku), mengatakan begini: "Kalau saya membiarkan kamu masuk bagaimana dengan teman-teman yang lain? Nanti seakan-akan kamu saya istimewakan."

Wow. Kata yang terlihat begitu bijaksana, seandainya benar. Sayangnya para (maha)siswa juga tidak buta, karena salah satu murid di kelas praktikum tersebut terlambat (dengan variasi waktu mulai 3-5 menit) sekitar 3x dan dia entah bagaimana selalu diijinkan masuk! Temanku (entah kurang beruntung atau tidak) terlambat tidak separah dia, dan sekarang sudah kena presensi. Yang satu dapat hak istimewa, yang dua (termasuk aku) tidak mendapat hak istimewa, dan dia bertanya: "Bagaimana perasaan teman-temanmu kalau kamu saya istimewakan?"

Aku tidak pernah telat sekalipun. Dan ini pertemuan terakhirku.

Dia telat berkali-kali, dan dia tidak kena presensi.

Temanku telat dua kali, satu kali diantaranya tepat datang setelah "murid istimewa itu membawa co-as sepaket dengan kunci dengan melobi sang pengajar" lalu masuk, dan kelas dikunci lagi dari luar oleh sang co-as (shit! dikunci dari luar? penjara atau lab?!) dan temanku datang selisih 20 detik.

Rupanya, pengajar ilmu ini tidak paham mengapa ada peraturan keterlambatan 0 menit. Mungkin mereka kurang cukup tua mengetahui maksud peraturan ini diadakan, atau otak mereka yang terlalu tolol memahami perbedaan menaati peraturan, dengan menggunakan otak, dengan menggunakan hati. Karena mereka tolol-tolol (tentu tidak semua, tutorial sederhana ini tidak sama sekali tidak dibuat bagi mereka yang sudah mengerti maksudnya dan tetap mengijinkan seorang murid menerima ilmu selama dia masih mau menerima ilmu) baiklah kujelaskan apa arti dan perbedaannya.

Ada beberapa pertanyaan yang harus kita pahami di sini. Yaitu:

  1. Apa itu peraturan?
  2. Siapa yang membuat peraturan?
  3. Bagi siapakah peraturan dibuat?
  4. Untuk apakah peraturan dibuat?
  5. Bagaimana peraturan dibuat?
  6. Apa bagian tubuh yang paling penting yang digunakan dalam membuat peraturan?
Dan berikut penjelasan panjangnya.

1. Apa itu peraturan?

Google mampu menjawab pertanyaan simple ini, dalam bahasa inggris. Keyword define:rule menampilkan jawab berikut ini:

  • A principle or condition that customarily governs behavior; "it was his rule to take a walk before breakfast"; "short haircuts were the regulation
  • Convention: something regarded as a normative example; "the convention of not naming the main character"; "violence is the rule not the exception"; "his formula for impressing visitors"
  • Prescribed guide for conduct or action
  • A regulation, law, guideline; A ruler; device for measuring, a straightedge, a measure; Something to keep order; To regulate, be in charge of, make decisions for, reign over
  • baca sendiri. Tinggal klik link kok...
Jawaban nomor 3 yaitu "Prescribed guide for conduct or action" berarti "suatu tuntunan ketentuan dalam melakukan sebuah aksi atau tingkah laku". Jadi itu jawabannya: suatu tuntunan dalam melakukan sebuah aksi atau tingkah laku. Jawaban no. 4 tidak perlu dijelaskan lagi: sudah terlalu lengkap. Maklum, yang itu Google mengambilnya dari Wikipedia. Sekarang pertanyaan kedua.

2. Siapa yang membuat peraturan?

Peraturan dibuat oleh mereka yang punya wewenang atau kekuasaan. Seperti tertulis di Google,

  • govern: exercise authority over; as of nations; "Who is governing the country now?"
  • decide with authority; "The King decreed that all firstborn males should be killed"
Define:rule sebenarnya memberikan jawaban berdasarkan penggunaan sehari-hari kate "Rule" bukan definisi secara komplit. Namun dari penggunaan kata-kata tersebut, kita tahu bahwa peraturan selalu dibuat oleh mereka yang berkuasa. Yang punya autoritas, dan punya hak lebih diatas orang lain. Tentu, hak untuk membuat peraturan tidak berarti melepaskan orang itu dari peraturannya sendiri. Poin ini merupakan jawaban dari pertanyaan poin ketiga.

3. Bagi siapakah peraturan dibuat?

Lebih jauh, penggunaan jauh kata rule seperti dalam Google adalah sebagai berikut:

  • a principle or condition that customarily governs behavior; "it was his rule to take a walk before breakfast"; "short haircuts were the regulation"
"Take a walk before breakfast" telah menjadi peraturan tidak tertulis, benar-benar informal, dan dipatuhi secara konsisten oleh orang yang membuatnya. Ketika dia tidak mematuhi peraturan itu, tentu (karena peraturan itu hanya belraku bagi dirinya) dia seorang yang menerima konsekuensi atau hukuman. Mungkin dia merasa tidak enak menjalani hari itu karena melewatkan kesempatan menikmati udara pagi, atau dia bahkan mencret-mencret, tidak ada yang tahu. Itu peraturannya. Dalam kasusku, peraturan keterlambatan dibuat oleh Pak Jangkung, selaku ketua STIKOMP, berlaku bagi seluruh mahasiswa dan pengajar (entah apa peraturan bagi karyawan seperti petugas lantai, atau petugas lapangan parkir, mungkin bentuknya berbeda), dan tujuannya--yang merupakan inti dari semua pembahasan konyol karena perasaan dendam ini--akan dibahas di poin berikutnya.

4. Untuk apakah peraturan dibuat?

Banyak tujuan. Nazi membuat peraturan untuk membinasakan kaum Yahudi (pengaruh film The Pianist, dah... :D) hanya karena mereka merasa Yahudi kum yang rendah. Herodes ingin mempertahankan posisi rajanya karena itu dia membuat perintah (bentuk lain peraturan) membunuh semua anak laki-laki sulung di daerah kekuasaannya. Aku membuat peraturan untuk melepas Graphic Card canggihku yang boros listrik bila tidak sedang ngegame, supaya setiap membayar listrik mamaku tidak berteriak-teriak sambil mencak-mencak.

Intinya, selalu ada keuntungan yang diambil dalam membuat peraturan. Entah keuntungan jangka pendek entah pula jangka panjang. Membayangkan sebuah perusahaan yang tidak memiliki peraturan, sudah pasti perusahaan itu hancur dalam hitungan 2 hari setelah diresmikan. Karyawan masuk terlambat, gaji bulan depan boleh diambil bulan ini, dsb, dsb. Ah, indah. Namun kacau. Pertanyaannya, bagaimana kita tahu peraturan yang kita buat buat memang bisa menguntungkan, terutama bagi kita? Poin berikut membahasnya.

5. Bagaimana peraturan dibuat?

Dibalik setiap peraturan, selalu ada tujuan. Seringkali, ketika ada peraturan yang dianggap nyleneh tentu pertanyaan kita selalu sama: "Kok aneh peraturannya kek gitu? Emang buat apaan? Gak penting ah..."

Sebenarnya, mungkin saja penting bagi orang lain, namun tidak releven dengan kita. Peraturan yang tertulis bisa menjadi guide, mengarahkan kita melakukan tindakan yang umum dilakukan orang lain, agar kita tidak keluar dari sebuah sistem, yang bisa mengakibatkan kerugian bagi banyak pihak. Peraturan dan sistem bagaikan satu jiwa. Kita membuat sistem , kita juga membuat peraturan. Kita merancang sistem, kita merancang peraturan. Kita membuat sistem pendidikan, kita merancang peraturan mengenai pendidikan. Dan tentu hampir pasti, bila suatu tujuan salah, salah pula sistemnya. Memalukan. Negara ini banyak yang salah.

Jadi intinya, buat sebuah tujuan, lalu buat peraturan. Mengenai tujuan itu baik atau tidak, itu urusan belakang. Poin ini hanya membahas bagaimana suatu peraturan dibuat, mengenai penilaian tentang baik tidaknya suatu tujuan dibuat, itu dibahas di poin berikut.

6. Apa bagian tubuh yang paling penting yang digunakan dalam membuat peraturan?

Pilihannya:
  • Tangan
  • Otak
  • Hati (bukan merupakan bagian tubuh sebenarnya secara logis)
  • Dengkul
  • Otak dan hati.
Setiap orang tentu punya jawaban yang berbeda. Ralat. Tidak mungkin 10 orang punya jawaban yang berbeda semua. Setiap orang mungkin punya alasan yang berbeda untuk setiap jawaban (yang mungkin berbeda, mungkin sama). Karena itu, penulis yang mencoba pintar ini akan mencoba menulis penjelasan dibalik pilihan-pilihan tersebut, sebagai tuntunan dalam memilih jawaban pembaca masing-masing.

Tangan berartidia hanya seorang sekretaris. Namun dia turut ambil bagian dalam membuat peraturan tak tertulis menjadi peraturan yang tertulis. Tak ada hati, otak, bahkan dengkul, yang digunakan dalam hal ini. Murni tangan yang bergerak untuk mengetik, murni tangan pula yang bergerak untuk memberi cap stempel. Prinsipnya, tangan adalah alat legalitas.

Otak berarti tidak ada hati ataupun dengkul yang digunakan dalam membuat peraturan, namun tangan memegang peranan penting dalam menuliskan ide-idenya yang luar biasa cemerlang dan banyak, agar tidak lupa. Tidak jarang, bila sang empunya otak cukup berkuasa, maka bukan tangannya yang dibuat menulis, namun tangan milik pesuruhnya. Tak ada unsur hati ataupun belas kasihan. Hanya ada tujuan, tujuan, dan tujuan yang bersifat menguntungkan dirinya sendiri. Itulah otak. Dia memikirkan orang lain, hanya untuk menguntungkan dirinya sendiri. Otak, adalah makhluk berdarah dingin, namun mampu membenahi segala kekacauan yang terjadi dalam suatu sistem, dimana "keras" merupakan peraturan utama.

Hati adalah kebalikan dari otak. Tak ada logika. Tak ada pemikiran matang. Memikirkan perasaannya diri sendiri, yang bisa berarti egoisme, juga terus-terusan memikirkan orang lain, yang berarti kebodohan. Seperti pecinta yang sedang dilanda badai, tidak henti-hentinya membuat peraturan yang tidak masuk akal siapapun misalnya: antar jemput jam 8 pagi lalu jam 3 pagi, peraturan bahwa ceweknya tidak pernah salah, peraturan bahwa dirinya tidak pernah salah, peraturan bahwa dunia hanya milik berdua, peraturan bahwa orang lebih penting dari dirinya sendiri. Itu adalah peraturan-peraturan dimana unsur hati benar-benar mendominasi 98%, 2% bila sang pria kasmaran kehabisan uang. Nyatanya, peraturan yang dibuat dengan hati tak akan pernah berhasil. Sampai poin ini, pilihan terakhir "Otak dan Hati" terlihat begitu sempurna.

Dengkul adalah jawaban dengan sedikit peminat, yang ironisnya paling banyak pelaku di kehidupan sehari-hari kita yang kacau ini. Dengkul bisa berarti tidak menggunakan hati maupun otaknya, dengkul juga bisa berarti menggunakan dua-duanya dengan cara yang salah. Demi tujuan A dia membuat peraturan nomor 03, semua MABA wanita harus menggunakan rok (percayalah, peraturan ini ada di unviersitar teknik negri ternama di Surabaya). Bagaimana ini bisa terjadi? Simpel. Dengkul berarti dia tidak punya cukup logika dan cukup hati untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari: dia berpikiran terlalu pendek. Seperti biaya pendidikan, biaya BBM, biaya transportasi, biaya segala macam, nyaris semua peraturan di negeri ini dibuat dengan dengkul. Seperti yang kita tahu, ilmu yang setengah-tengah sudah pasti menjadi pedang jahat bagi siapapun, terutama pemiliknya. Dan itulah dengkul, jawaban yang paling tidak digemari untuk dijawab karena dianggap memalukan kalau ketahuan memilihnya, namun setiap saat kita berjalan telanjang dengan tulisan dengkul di kepala gundul kita.

Otak dan hati, pilihan bagi orang-orang yang merasa suci. Terus terang, aku juga memilihnya. Tapi karena aku selalu menjadi korban dari peraturan-peraturan yang dibuat dengan dengkul itulah, aku mau belajar dari kesalahan. Dari dengkul menjadi Otak dan Hati. Inilah adalah sebuah pilihan, dimana otak kita benar-benar diperas dalam membuat peraturan, dalam mempertahankan status kita sebagai Makhluk Sosial. Makhluk yang tak kan pernah bisa lepas dari orang lain. Ya, benar-benar diperas, terkadang kita mampu membelokkan peraturan itu demi menjaga hati kita, terkadang dengan alasan yang sama kita juga mampu mengeraskan peraturan itu. Hidup jauh lebih berharga untuk dilalui, selama dinamis. Orang akan memandang kita tidak konsisten. Orang akan memandang kita terlampau keras. Hati yang baik mampu merangsang otak untuk membuat peraturan yang baik pula.

Okelah. Hari ini aku terlambat. Okelah. Kemarin aku juga terlambat. Namun kalau pengajar itu menggunakan otaknya, dia harusnya tahu kalau murid istimewa itu sudah kena presensi sejak sekitar 3 pertemuan lalu. Dia juga tahu kalau dia sendiri adalah orang yang tidak punya hati, yang berani mengucapkan "perasaan teman-temanmu", sementara perasaanku tidak dirasakannya ketika murid istimewa itu masuk. Dia tidak memikirkan perasaan temanku yang kena presensi, karena itu aku tidak mau ngotot harus masuk, ataupun cari masalah memancing-mancing tentang si anak istimewa. Aku mencoba mengikuti sarannya, memikirkan perasaan temanku yang presensi.

Yang jelas, dia dengkul. Tidak paham alasan Pak Jangkung membuat peraturan semata-mata untuk mendidik orang-orang Indonesia yang suka terlambat ini karena memang tidak ada niatan menerima ilmu, namun tidak ditujukan bagi mereka yang menjunjung tinggi ilmu dan nilai dan sadar kalau mereka membayar mahal demi mendapatkannya.

Dan kalau Pak Jangkung tidak mengubah peraturan itu agar orang-orang sial seperti aku ini tidak terkena getahnya, berati dia juga dengkul.

Pliz dah. Jaman ini terlalu banyak kekacauan. Tidak sesimpel jaman dulu seperti kata orang-orang tua: "Kamu enak sekarang punya email. Dulu mama papa gak punya gitu-gituan nulis aja harus pake batu..." Jujur saja, teknologi ini merepotkan karena aku terpaksa melakukan banyak hal sekaligus hanya gara-gara alasan "Efisiensi waktu dengan hasil maksimal" itu tergaung dimana-mana.

Aku orang yang simpel. Tidak suka melakukan banyak hal sekaligus. One at a time.

(Posting hari ini panjang sekali yah. :P)

Sabtu, 15 November 2008

The Sky.

Beberapa hari yang lalu menemukan lagu yang terlalu menyentuh. Lagunya Zoe Johntson judulnya "The Sky". Liriknya kira-kira begini:

(Klik Play untuk mendengarkan)

Zoe Johntson - The Sky






The Sky is crying moreover my house
Crying little diamonds.
What can I do to stop it's tears from falling?
Before she knows you changes your mind?

Reff:
Oh, baby.
Don't you see how easy it could be, baby?
I will stay with you, and you'll stay with me
And we'll be worry free.


The Sky is going to soak me through.
All she knows I losing you...
Every hour every day there'll be tears falling
Until you changes your mind.

Reff:
Oh, baby.
Don't you see how easy it could be, baby?
I will care with you, and you'll care with me
And we'll be worry free.

Oh, baby.
Don't you see how easy it could be, baby?
I will always love you, and you'll always love me
And we'll be worry free.

Senin, 03 November 2008

Rindu Hujan: Apakah pria punya perasaan?

"Aduh, bebeknya kepanasan!"

"Hehehehe. Rancu tahu. Sini sini aku cuilin."

"Oh, makasih, Mas. Tangannya steril, kan?"

"Kurang ajar. Higienis kek gini masih diragukan. Fyuuuuh fyuuuh..... panas juga ni."

"Yah, ragu laaaah. Kamunya diem terus sih, mana aku tahu kalo udah cuci tangan, Itu udah gosok gigi belum? Niupin makananku ntar malah keracunan mau tanggung jawab?" si gadis tersenyum simpul...

"Udah nih."

"Makasih, Mas."

"Yuuuk."

Namun selalu ada kata yang tidak sempat terucap dalam perbincangan sehari-hari mereka. Selalu saja masalah trivial, selalu saja tidak penting. Justru hal-hal yang penting tidak pernah dibicarakan, membuat hati terasa sesak dipenuhi gumpalan asap-asap bertuliskan beragam pertanyaaan. Pertanyaan yang akan lama sekali baru terjawab. Lama sekali. Namun ada satu pertanyaan yang membuatku lebih sulit menahan sesak ini: Apakah dia punya pertanyaan yang sama denganku?

Aku bahkan telah lupa awal perkenalan ini. Dia tiba-tiba saja muncul di hadapanku, memberikan tumpuan ketika aku sedang susah, menopang bila aku terjatuh, menyemangati aku yang terkadang sudah begitu lelah dengan kehidupanku, memberikan perhatian ketika pacarku bahkan sama sekali tidak pernah mempedulikanku. Dia, entahlah, kurasa tidak ada yang salah dengan semuanya itu. Kecuali satu pertanyaan: Mengapa dia melakukannya? Apakah aku menarik baginya? Dasar semua pertanyaan ini: Mengapa kami bisa dekat?

"Cepet banget habisnya, Mas?"

"Hooo iya, gak pake lama."

"Makan kok kayak pake sedotan gitu, masa gak dikunyah, Mas?"

"Lha kamu kebanyakan dikunyah padahal udah dicuilin. Apa mau disuapin biar cepet?"

"Aku gak habis. Buat kamu aja, Mas."

"Hooo... tenkyu tenkyu. Nah, Sa? Merem sebentar."

"Hah? Buat apa, Mas?"

"Merem bentar barang 10 detik, ntar piringnya tak sulap jadi bersih."

"Halah! Ayo, Mas. Tar lagi hujan ini. Udah gledek-gledek gitu."

"Makanya merem."

"Gak penting, Mas!"

"Ini gak pulang lo."

"AYO CEPETAN, MAS! Eh."

Aku menyadari suaraku barusan terlampau keras. Tanpa sadar banyak mata telah lama menatap kami. Ah. Ingin ku berteriak pada mereka, aku ingin cepat pulang karena dada ini semakin sesak memikirkan situasi saat ini tak seharusnya terjadi padaku.

"Marissa, siapa yang bayar? Aku atau kamu?" Suaranya memecah lamunan.

"Sudah habis lagi, Mas? Astaga..."


(to be continued)

Kamis, 30 Oktober 2008

Rindu Hujan

Aku merindukan dingin ini. Hanya satu kenangan yang kumiliki dibalik tetes hujan ini, namun sejuta rasanya.

Waktu itu sudah lama sekali berlalu, dan sekarang aku benar-benar merindukannya. Ah. Surabaya. Sebentar lagi aku mungkin akan bertemu dengannya. Mungkin tidak. Seakan takdir selalu mengaduk-aduk aliran hidupku, mengacak-acak garis hidupku dengannya. Begitu jarang kami bertemu, entah salahku, ataukah salah dia? Semakin dekat dengan Surabaya, hatiku semakin berdegup kencang. Aku mencoba tidur saat awal-awal perjalanan kereta tadi, berharap agar saat tiba di Surabaya nanti aku punya cukup energi untuk melepas semua kangen ini ke semua orang di kota Buaya itu. Ya. Melepas rinduku yang paling dalam.

Kenyataannya, tidurku malah semakin membuatku merasa lelah. Entah karena rasa gelisah yang menghantui saat jarak kereta ini dan tujuannya semakin dekat, atau memang kereta kelas ekonomi ini berguncang lebih hebat dari biasanya? Aku tak tahu. Pikiranku selalu melayang ke dirinya. Bagaimanakah dia saat ini? Semakin cantik? Semakin putih? Atau kulitnya malah semakin gelap karena kegiatan OSPEK? Apa dia pernah merindukanku? Terlepas dari sekedar chatting atau sms, yang mungkin tidak bisa disebut "sekedar" karena hal itu tiap hari kami lakukan. Aku benar-benar penasaran. Aku merindukannya. Merindukan wajahnya yang bukanlah sekedar foto di Friendster, atau hanya sekedar foto yang dipajang di
messengernya.

Namun, memikirkan itu semua malah membuatku terlelap.

Ketika aku terbangun, kereta sudah mendekati stasiun Gubeng. Aku mengecek inbox, ayahku telah tiba di stasiun untuk menjemputku. Saatnya mengumpulkan semua barangku, sambil mengecek ranselku: masih amankah kotak itu?

(to be continued)